TURKI – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Turki sukses menggelar sesi diskusi daring bertajuk “Recharge, Don’t Exhaust: Muslimah Produktif tanpa Kehilangan Ruhani” pada Sabtu (28/02). Acara ini menghadirkan Ketua PCIA Turki periode 2024-2026, Azzatur Robicha, S.Pd., M.A., sebagai pembicara utama.
Diskusi yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini menyoroti tantangan dilematis yang sering dihadapi oleh diaspora Muslimah, terutama terkait tekanan untuk sukses sebelum usia 30 tahun, tuntutan akademik, hingga risiko burnout yang dapat mengikis kualitas ibadah.
Menemukan “Rumah” di Negeri Sakura
Dalam sesi berbagi pengalaman, Azzatur Robicha menceritakan dinamika perjalanannya saat berada di Jepang. Beliau menekankan bahwa bagi seorang Muslimah, karier bukan sekadar tentang posisi, melainkan tentang kecocokan nilai.
“Berkarir di Jepang menuntut kita untuk sangat selektif dalam memilih perusahaan. Kita perlu mencari lingkungan kerja yang suportif dan memberikan ruang bagi kita untuk tetap menjalankan identitas sebagai Muslimah,” ujar Azza.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya memiliki komunitas sebagai sistem pendukung (support system). Keberadaan organisasi seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jepang menjadi “rumah” bagi para diaspora untuk menjaga iman di tengah mobilitas yang tinggi.

Menjadi Agent of Muslim
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam diskusi ini adalah peran strategis Muslimah sebagai duta agama. Meskipun Jepang bukan negara Islam, Azza melihat adanya keselarasan nilai-nilai Islam dalam budaya Jepang, seperti kebersihan, kerapian, dan keteraturan.
“Jepang adalah negara yang ‘bernafas’ Islam dalam hal keteraturan hidup, meski bukan negara Islam secara formal. Di sana, kita harus berjuang menjadi agent of Muslim. Melalui sikap dan etos kerja kita, biarlah orang lain melihat cerminan keindahan Islam,” tambahnya.
Strategi Anti-Exhaust
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Beberapa poin kunci yang dihasilkan untuk mencegah burnout spiritual antara lain:
- Energy Management: Mengatur prioritas agar kesibukan organisasi tidak menggerus waktu ibadah personal.
- Lingkungan Positif: Bergabung dengan komunitas diaspora untuk menjaga ritme spiritual.
- Mindset Produktif: Meniatkan setiap aktivitas produktif sebagai bagian dari dakwah dan ibadah.
Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian agenda Semarak Ramadan Aisyiyah Turki yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan bekal mental dan spiritual bagi para Muslimah di perantauan.
— Alfina Rahmatia, S.E., M.E., CFP., AWP.





