Surabaya, 26 Juli 2026 – Semangat berbagi ilmu dan mempererat ukhuwah kembali diwujudkan oleh KELIRA (Keliling Indonesia Raya), program kerja Majelis Pendidikan Kader PCIM Türkiye yang setiap musim panas hadir di berbagai daerah di Indonesia. Dalam lawatannya ke Kota Surabaya, tim KELIRA melaksanakan dua agenda sekaligus, yakni silaturahmi bersama PR IPM Masjid At-Taqwa Pogot, Kenjeran serta mengisi Kajian Islam bertema “Islam di Turki: Masa Lalu dan Kini” di Masjid At-Taqwa.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke PR IPM Masjid At-Taqwa Pogot yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Momen ini menjadi ruang perjumpaan antarkader untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus memperkenalkan kiprah Muhammadiyah Indonesia di Turki melalui PCIM Türkiye. Antusiasme para kader IPM terlihat dari diskusi yang hidup mengenai kehidupan diaspora Indonesia, aktivitas persyarikatan di luar negeri, hingga peluang melanjutkan pendidikan di Turki.
Pada agenda berikutnya, masyarakat dan jamaah Masjid At-Taqwa mengikuti kajian bertajuk “Islam di Turki: Masa Lalu dan Kini.” Kajian menghadirkan Maftuh Nanda Kurniawan dari PCIM Türkiye bersama tiga narasumber dari organisasi kepemudaan Turki Yedi Hilal, yaitu Yusuf Kerem Taştan, Ahmet Salih Yıldız, dan Tarık Ziyad Kanadıkırık.

Melalui kajian ini, peserta diajak menelusuri perjalanan panjang peradaban Islam di Turki, memahami dinamika kehidupan umat Islam di era modern, serta melihat bagaimana nilai-nilai keislaman terus tumbuh di tengah perkembangan zaman. Kehadiran narasumber dari Indonesia dan Turki memberikan perspektif yang lebih kaya, sekaligus membuka ruang dialog lintas budaya yang inspiratif.
Tidak hanya membahas sejarah dan perkembangan Islam, tim KELIRA juga memperkenalkan berbagai informasi mengenai kesempatan studi di Turki, mulai dari sistem pendidikan tinggi, kehidupan mahasiswa internasional, hingga pengalaman nyata menempuh pendidikan di negeri dua benua tersebut. Harapannya, semakin banyak pelajar Muhammadiyah yang memiliki keberanian untuk mengembangkan diri di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan semangat berkemajuan.
Rangkaian kegiatan di Surabaya ini menjadi salah satu wujud komitmen Majelis Pendidikan Kader PCIM Türkiye dalam membangun jembatan pengetahuan antara Indonesia dan Turki. Melalui KELIRA, kader-kader Muhammadiyah di luar negeri tidak hanya pulang untuk berbagi cerita, tetapi juga membawa inspirasi, membuka cakrawala baru, serta mengajak generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi, belajar, dan berkarya di panggung internasional.
Dari Surabaya, semangat itu kembali diteguhkan: bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis, dan kader Muhammadiyah akan selalu terhubung oleh ilmu, persaudaraan, serta cita-cita untuk memberi manfaat bagi umat dan bangsa.





