Kader ‘Aisyiyah Turki Presentasikan Penelitiannya pada ICAS 2026

Dua kader Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Turki, Sofina Adila Refahiyah dan Alfina Rahmatia, berhasil mengukir prestasi akademik membanggakan di tingkat internasional. Melalui proses seleksi, hasil riset kolaboratif mereka berhasil lolos untuk dipresentasikan dalam forum International Conference on Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta, Indonesia, pada Kamis (11/06/2026).

Sofina Adila Refahiyah, yang saat ini menempuh studi S1 di Departemen Bimbingan dan Konseling Psikologis, Ankara University—sekaligus Ketua Majelis Hubungan Luar Organisasi, bersama rekannya Alfina Rahmatia dari program S3 Ekonomi Islam dan Perbankan Syariah, Bursa Uludag University—sekaligus Ketua Aisyiyah Turki, memaparkan karya ilmiah mereka secara daring: Sementara ICAS 2026 itu sendiri dilaksanakan secara hybrid, di mana untuk kegiatan luringnya dilaksanakan di Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

 

Riset kolaboratif mereka yang berjudul “Charting Future Pathways for Women’s Mental Well-being and Financial Stability” mengangkat isu krusial yang saling bertautan antara kesejahteraan mental (mental well-being) dan stabilitas finansial pada perempuan. Menggunakan metode analisis bibliometrik (VOSviewer) dan analisis tematik (NVivo 12), kedua peneliti ini memetakan tren riset global dari basis data Scopus selama dekade terakhir (2015-2025) dengan menyintesis lebih dari 1.100 artikel ilmiah.

Dalam paparannya, Sofina dan Alfina menjelaskan bahwa kesehatan mental perempuan memiliki hubungan sebab-akibat yang sangat kuat dengan kemandirian dan stabilitas ekonomi mereka. Temuan riset mengindikasikan bahwa kluster kata kunci seperti dukungan sosial, status pendidikan, literasi keuangan, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan keluarga merupakan pilar-pilar utama penentu kualitas hidup perempuan di era modern.

“Kami berharap hasil pemetaan riset ini dapat memberikan arah baru bagi pengambil kebijakan dan organisasi sosial, khususnya ‘Aisyiyah, dalam merumuskan program pemberdayaan perempuan yang integratif—tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi, tetapi juga sekaligus menyentuh aspek kesehatan mental dan psikologis,” ungkap mereka dalam sesi presentasi.

Keberhasilan Sofina dan Alfina diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh kader PCIA Turki dan mahasiswa Muslimah lainnya di luar negeri untuk terus produktif melahirkan riset-riset inovatif yang berdampak nyata bagi umat dan persyarikatan.

— Alfina Rahmatia, S.E., M.E., CFP., AWP.